Pantun adalah puisi Melayu yang mengakar dan membudaya dalam
masyarakat. Pantun merupakan sebuah karya budaya atau karya sastra non benda
yang berupa puisi lama yang sangat terkenal di nusantara. Pantun berasal dari
kata Minangkabau yakni pantutun yang artinya penuntun. Pantun dikenal dengan
banyak nama di berbagai bahasa di Nusantara, tonton (bahasa Tagalog), tuntun
(bahasa Jawa), pantun (bahasa Toba) yang memiliki arti kurang lebih sama, yaitu
sesuatu ucapan yang teratur, arahan yang mendidik, bentuk kesantunan.
Ciri-ciri pantun yaitu:
a) Tiap bait terdiri dari 4 baris atau 4 larik.
b) Tiap baris terdiri atas 8-12 suku kata.
c) Rima akhir tiap baris adalah a-b-a-b.
d) Baris 1 dan 2 adalah sampiran. 5) Baris 3 dan 4 adalah isi
Saat ini, pantun sudah diakui oleh UNESCO yang mana merupakan lembaga organisasi dari PBB yang mengurusi tentang kebudayaan. Bahkan pantun dinobatkan sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia dan Malaysia.
Belajar di sekolah merupakan proses transformasi ilmu pengetahuan dan wawasan, yang beraifat timbal balik antara guru dan murid. Dengan adanya proses belajar-mengajar yang efektif, maka ilmu akan tersalurkan dengan baik. Banyak sekali cara yang bisa dilakukan oleh guru untuk memberikan motivasi belajar agar anak-anak senantiasa memiliki semangat untuk menuntut ilmu. Pada Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-77 Negara Kesatuan Republik Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2022, para siswa SD Negeri Malo II, diberikan tugas untuk menyusun membuat pantun Kemerdekaan sebagai bentuk untuk membangun motivasi anak dalam mengekspresikan diri sebagai wujud rasa cinta tanah air dan menghargai jasa-jasa para Pahlawan Bangsa.
Berikut ini
adalah pantun hasil karya siswa SD Negeri Malo II, Kecamatan Malo, Kabupaten
Bojonegoro, tentang Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar